BERITA TERKINI LUMAJANGl: PERAMPAS MOTOR KEPONAKAN WABUP DITEMBAK     SITOBONDO: BUS SERUDUK BELAKANG AVANZA, DUA TEWAS     MADIUN: PETUGAS RAZIA PENUMPANG KA TANPA TIKET     KEDIRI: PIKAP PEMUDIK MASUK PARIT, 4 LUKA BERAT     IMSAK SURABAYA DAN SEKITARNYA PUKUL 04.01 WIB      MESIN ERROR, LION BANJARMASIN-SURABAYA DITUNDA      JTV TERIMA LAPORAN MASYARAKAT MELALUI 031-71855000     PONOROGO: HTI KECAM RENCANA PEMBAKARAN ALQURAN     POHON TUMBANG MACETKAN ARUS LUMAJANG-MALANG     LUMAJANG: HUJAN SEMALAMAN, JALUR SELATAN LONGSOR     SUARABAYA: H-4 PEMUDIK PADATI TERMINAL BUNGURASIH     BANYUWANGI: H-4 PENUMPANG GILIMANUK MENINGKAT 40%     PACITAN: 10 PERSEN ANGKUTAN LEBARAN BERMASALAH     GRESIK: RATUSAN IBU-IBU REBUTAN SEMBAKO MURAH     SUMENEP: PREMIUM DI KANGEAN TEMBUS RP 10.000/ LT     IMSAK SURABAYA DAN SEKITARNYA PUKUL 04.02 WIB     JTV TERIMA LAPORAN MASYARAKAT MELALUI 031-71855000     RADIO DI PASURUAN HAPUS LAGU-LAGU MALAYSIA     KAPOLDA SIDAK PENGAMANAN MUDIK DI STASIUN KA     PONOROGO: TRUK TANGKI PERTMINA V MOTOR, 1 TEWAS     
Budaya | Politik | Hukum dan Kriminal | Selebritis | Ekonomi Bisnis


EKONOMI BISNIS

Konsumen Lebih Memilih Belanja Kendaraan dan Barang Elektronik

JAKARTA - Pebisnis ritel, baik kategori modern maupun tradisional, tampaknya, harus lebih gencar berpromosi. Sebab, sepanjang semester pertama 2010, konsumen belum terlalu memprioritaskan uang belanja untuk membeli makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan harian. Konsumen, ternyata, lebih memilih belanja kendaraan dan elektronik.


Direktur Retailer Servis Lembaga Riset Nielsen Indonesia Yongky Susilo mengatakan, pertumbuhan penjualan ritel nasional sepanjang Januari sampai Mei lalu baru mencapai 9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Angka tersebut jauh tertinggal dari pertumbuhan sektor lainnya," ujarnya.

Yongky memaparkan, pertumbuhan penjualan mobil mencatatkan angka tertinggi 73,5 persen. Begitu pula sepeda motor sebesar 35,2 persen. Pertumbuhan penjualan elektronik rumah tangga juga meningkat 32,35 persen, sedangkan komputer naik 30 persen.

Yongky Susilo menganalisis, saat ini terjadi pergeseran perhatian konsumen dalam membelanjakan anggaran bulanannya. "Kelas menengah atas masih memilih (belanja) big ticket item (mobil, motor, elektronik, Red). Tapi, itu juga mengindikasikan bahwa masyarakat kita makin mapan ya," ujarnya saat jumpa pers di Kantor Nielsen, Mayapada Tower, Jakarta, kemarin (7/7).

Konsumen tidak lagi berpikir bahwa dirinya akan kelaparan atau kekurangan pasokan pangan sehingga tidak gencar memborong kebutuhan harian pada awal bulan atau setiap akhir pekan. "Tapi, semoga saja di semester kedua akan bangkit dan terus meningkat," harap Yongky.

Khusus untuk ritel, kata Yongky, sepanjang satu semester ini konsumen, tampaknya, masih sangat irit. Tetapi, itu tidak berlaku untuk kepentingan yang lain, terutama voucher pulsa, teknologi IT -terutama ponsel- dan kendaraan.

Gejala tersebut memang mulai terlihat belakangan ini saat teknologi semakin canggih dengan didukung layanan yang semakin baik. "Sebelum ada teknologi, ada waktu menganggur sedikit, konsumen pasti pergi ke warung atau belanja. Begitu ada ponsel (dengan segala kecanggihannya), menganggur sedikit langsung online. Rekreasi sekarang ada di dunia maya sepertinya, bukan lagi di pasar tradisional atau supermarket dan hypermarket sekalipun," ungkapnya.

Yongky menyarankan agar semua pengusaha ritel lebih kreatif mengemas tempat berjualan, kemudian mempromosikannya lebih menarik lagi. Sebab, berdasar hasil survei yang dilakukan Nielsen, 19,8 persen konsumen mengungkapkan bahwa faktor nonfood (kenyamanan tempat, kemasan, promosi, dll) adalah alasan untuk datang ke tempat belanja.

Sepanjang 2009, total belanja konsumen untuk ritel terhadap 56 kategori produk -di luar telur, cabai, beras, dan beberapa sembako- mencapai Rp 99, 653 triliun. Sementara itu, pada Januari sampai Mei 2010, total uang yang sudah terbelanjakan Rp 44,685 triliun. "Harapannya, pertumbuhan ritel tahun ini sampai 15 persen atau sekitar Rp 115 triliun," jelas Yongky.

Nielsen melakukan riset tentang tren belanja masyarakat dengan cara wawancara face to face di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan. Responden adalah pria dan perempuan usia 15-65 tahun. Total 1.781 narasumber dengan kemampuan belanja lebih dari Rp 1,250 juta per bulan. (gen/c6/kim)



RUNNING TEXT ::. MALANG: PENCURI BERAKSI DI KAYUTANGAN III ARAYA     ::. MALANGl RUKO HP DI BELIMBING DIBOBOL MALING     ::. BLITAR: TUKANG BECAK ANTRE SEMBAKO DI BALAI KOTA     ::. BANYUWANGI: DUA KAPOLDA SIDAK PELABUHAN KETAPANG     ::. DISITA 1,5 KG SABU DARI WANITA WARGA FILIPINA      ::. BEA CUKAI JUANDA GAGALKAN PENYELUNDUPAN SABU-SABU     ::. SUMENEP: WARGA LENTENG TEMUKAN ULAR PYTON 5 METER     ::. LUMAJANG: PERBAIKI LISTRIK, WARGA TEWAS KESETRUM     ::. SURABAYA: MAHASISWA S2 ITS DIDUGA TEWAS OVERDOSIS     ::. KONJEN JEPANG TINJAU FASILITAS PMC POLRES SIDOARJO     
Madura | Malang | Madiun | Jember | Kediri
Banyuwangi | Bojonegoro
©2010 PT. JAWA POS MEDIA TELEVISI
Jln. A. Yani 88 Surabaya
Telp. 031-8202170 Fax. 031-8250062